Mobil plug-in hybrid. Foto: Ruly KurniawanDirektur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, meluruskan soal LCEV. Menurutnya, LCEV di sini ada beberapa tahap, termasuk kendaraan hybrid, plug-in hybrid, listrik sepenuhnya sampai kendaraan beroda empat hidrogen.
Putu menegaskan, yang dimaksud LCEV itu yakni kendaraan yang irit materi bakar dan rendah emisi. Jadi, bukan benar-benar kendaraan beroda empat listrik murni.
“Sekarang kan KBH2 (LCGC) konsumsi materi bakarnya minimal 20 km/liter. Untuk dapat meningkat jadi 30 km/liter perlu teknologi hybrid. Ada motor listriknya ada baterainya. Itu yang jadi masuk ke LCEV bila memang sudah masuk ke electified vehicle,” kata Putu di jadwal focus group discussion “Senjakala Industri Komponen Otomotif dalam Menghadapi Era Mobil Listrik di Indonesia” di Jakarta, kemarin.
Ada tiga kategori LCEV. Kategori pertama yakni LCEV berbasis mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE). LCEV berbasis ICE itu yakni kendaraan bermotor irit energi dan harga terjangkau (KBH2) atau sering dikenal dengan istilah Low Cost and Green Car (LCGC).
Mobil-mobil LCGC Foto: detikOto |
Sementara LCEV kategori 2 merupakan kendaraan rendah emisi karbon berteknologi hybrid elektrik. Ini yang ketika ini sedang disiapkan di Indonesia. Kendaraan LCEV kategori 2 termasuk kendaraan beroda empat hybrid dan plug-in hybrid.
Mobil Prius plug-in hybrid Foto: Ruly Kurniawan |
Dan LCEV kategori 3 benar-benar kendaraan yang nol karbon. Itu yakni kendaraan beroda empat listrik sepenuhnya yang hanya mengandalkan baterai (tanpa mesin bakar) atau kendaraan sel materi bakar (bertenaga hidrogen).
Mobil listrik Mitsubishi i-MiEV Foto: Grandyos Zafna |
Program LCEV memiliki tujuan tersendiri. Yang pertama, jadwal kendaraan ramah lingkungan itu mendukung pemerintah dalam mengurangi gas rumah beling sesuai janji Paris COP-21 dengan menurunkan emisi sebesar 29 persen pada 2030.
Tujuan kedua yakni untuk menjamin keberlanjutan investasi industri otomotif nasional yang menyerap tenaga kerja yang banyak. Program LCEV juga disebut sebagai wujud konsistensi kebijakan industri dan kepastian berusaha di Indonesia. Program ini diadaptasi dengan kesiapan pemerintah dalam penyediaan infrastruktur kendaraan listrik.
Suasana GIIAS Foto: Ruly Kurniawan Tangerang – Presiden Joko Widodo dijadwalkan membuka festival otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada 2 – 12 Agustus 2018. Dunia otomotif tanah air siap berpesta. Tahun ini GIIAS akan menyajikan tema “Beyond Mobility”... selengkapnya
Jagoan terbaru Mitsubishi, Xpander, nampaknya tak berhenti memberikan kejutan. Selain mendapatkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat Indonesia, small-MPV ini juga meraih berbagai penghargaan bergengsi, salah satunya sebagai Car of The Year 2018. Xpander pertama kali diperkenalkan dalam debutnya pada... selengkapnya
Truk Fighter Foto: Mitsubishi Jakarta – PT Krama Yudha Tiga Berlian, biro Mitsubishi Fuso di Indonesia mengaku sudah siap untuk menyambut masa standar emisi Euro4 di Indonesia pada tahun 2021 nanti. Kesiapannya itu dilambangkan dengan meluncurnya varian terbaru di segmen... selengkapnya