Menu
Model
Beranda » Info & Promo » Mengenal Istilah-Istilah Lcev, Kendaraan Rendah Emisi

Mengenal Istilah-Istilah Lcev, Kendaraan Rendah Emisi

Dipublish pada 19 July 2018 | Dilihat sebanyak 1.005 kali | Kategori: Info & Promo

Mobil plug-in hybrid. Foto: Ruly KurniawanMobil plug-in hybrid. Foto: Ruly Kurniawan

Jakarta – Pemerintah ketika ini tengah menyiapkan jadwal kendaraan rendah emisi karbon atau sering disebut Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Tapi jangan salah paham, LCEV di sini bukan hanya kendaraan beroda empat listrik di dalamnya.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, meluruskan soal LCEV. Menurutnya, LCEV di sini ada beberapa tahap, termasuk kendaraan hybrid, plug-in hybrid, listrik sepenuhnya sampai kendaraan beroda empat hidrogen.

Putu menegaskan, yang dimaksud LCEV itu yakni kendaraan yang irit materi bakar dan rendah emisi. Jadi, bukan benar-benar kendaraan beroda empat listrik murni.

“Sekarang kan KBH2 (LCGC) konsumsi materi bakarnya minimal 20 km/liter. Untuk dapat meningkat jadi 30 km/liter perlu teknologi hybrid. Ada motor listriknya ada baterainya. Itu yang jadi masuk ke LCEV bila memang sudah masuk ke electified vehicle,” kata Putu di jadwal focus group discussion “Senjakala Industri Komponen Otomotif dalam Menghadapi Era Mobil Listrik di Indonesia” di Jakarta, kemarin.

Ada tiga kategori LCEV. Kategori pertama yakni LCEV berbasis mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE). LCEV berbasis ICE itu yakni kendaraan bermotor irit energi dan harga terjangkau (KBH2) atau sering dikenal dengan istilah Low Cost and Green Car (LCGC).

Mobil-mobil LCGCMobil-mobil LCGC Foto: detikOto

Sementara LCEV kategori 2 merupakan kendaraan rendah emisi karbon berteknologi hybrid elektrik. Ini yang ketika ini sedang disiapkan di Indonesia. Kendaraan LCEV kategori 2 termasuk kendaraan beroda empat hybrid dan plug-in hybrid.

Mobil Prius plug-in hybridMobil Prius plug-in hybrid Foto: Ruly Kurniawan

Dan LCEV kategori 3 benar-benar kendaraan yang nol karbon. Itu yakni kendaraan beroda empat listrik sepenuhnya yang hanya mengandalkan baterai (tanpa mesin bakar) atau kendaraan sel materi bakar (bertenaga hidrogen).

Mobil listrik Mitsubishi i-MiEVMobil listrik Mitsubishi i-MiEV Foto: Grandyos Zafna

Program LCEV memiliki tujuan tersendiri. Yang pertama, jadwal kendaraan ramah lingkungan itu mendukung pemerintah dalam mengurangi gas rumah beling sesuai janji Paris COP-21 dengan menurunkan emisi sebesar 29 persen pada 2030.

Tujuan kedua yakni untuk menjamin keberlanjutan investasi industri otomotif nasional yang menyerap tenaga kerja yang banyak. Program LCEV juga disebut sebagai wujud konsistensi kebijakan industri dan kepastian berusaha di Indonesia. Program ini diadaptasi dengan kesiapan pemerintah dalam penyediaan infrastruktur kendaraan listrik.

Bagikan
Artikel Menarik Lainnya
Promo Mitsubishi Cinere Akhir Tahun 2018

Promo Mitsubishi Cinere Akhir Tahun 2018

Dipublish pada 13 November 2018 | Dilihat sebanyak 2.009 kali | Kategori: Info & Promo

PAJERO SPORT Bunga Ringan / DP Murah Gratis Biaya Jasa Hingga 50.000 KM/Tahun Gratis Kaca filem VKOOL XPANDER Biaya Jasa & Suku Cadang Hingga 50.000 KM/3 Tahun Gratis Kaca Film Konica Minolta Gratis Asuransi Selama 1 Tahun Hadiah Special Tablet... selengkapnya

Ini Alasan Outlander Pakai Teknologi Phev

Ini Alasan Outlander Pakai Teknologi Phev

Dipublish pada 26 June 2018 | Dilihat sebanyak 930 kali | Kategori: Info & Promo

Outlander PHEV Foto: Mitsubishi Marseille – Tidak menyerupai kendaraan beroda empat Plug in hybrid electric vehicle (PHEV) lainnya, Outlander PHEV dikembangkan Mitsubishi dari sebuah kendaraan beroda empat listrik. Outlander PHEV mempunyai arsitektur yang unik, terdiri dari motor listrik di roda... selengkapnya

Masyarakat Malaysia Ada Yang Tak Oke Punya Mobnas Lagi

Masyarakat Malaysia Ada Yang Tak Oke Punya Mobnas Lagi

Dipublish pada 15 August 2018 | Dilihat sebanyak 887 kali | Kategori: Info & Promo

Mobil Nasional Indonesia Foto: Istimewa/detikOto Jakarta – Proyek Mobnas ketiga Malaysia hendak dirampungkan pada tahun 2020, tetapi ada sebagian masyarakat Malaysia menginginkan PM Mahathir Mohamad untuk mengkaji ulang mimpi besarnya itu. Baca juga: Mahathir Mohamad Ingin menyerupai Indonesia Punya Roadmap... selengkapnya

Jejak Pengunjung

50342
Visit Today : 75
Visit Yesterday : 72
This Month : 1059
This Year : 31297
Who's Online : 2

Pembiayaan

- Dipo Star Finance
- Mandiri Utama Finance
- Mandiri Tunas Finance
- BCA Finance
- Infi Finance
- Oto Finance
- Niaga Finance
Chat WhatsApp
Telp Sekarang Juga