Menu
Model
Beranda » Info & Promo » Mengenal Istilah-Istilah Lcev, Kendaraan Rendah Emisi

Mengenal Istilah-Istilah Lcev, Kendaraan Rendah Emisi

Dipublish pada 19 July 2018 | Dilihat sebanyak 931 kali | Kategori: Info & Promo

Mobil plug-in hybrid. Foto: Ruly KurniawanMobil plug-in hybrid. Foto: Ruly Kurniawan

Jakarta – Pemerintah ketika ini tengah menyiapkan jadwal kendaraan rendah emisi karbon atau sering disebut Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Tapi jangan salah paham, LCEV di sini bukan hanya kendaraan beroda empat listrik di dalamnya.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, meluruskan soal LCEV. Menurutnya, LCEV di sini ada beberapa tahap, termasuk kendaraan hybrid, plug-in hybrid, listrik sepenuhnya sampai kendaraan beroda empat hidrogen.

Putu menegaskan, yang dimaksud LCEV itu yakni kendaraan yang irit materi bakar dan rendah emisi. Jadi, bukan benar-benar kendaraan beroda empat listrik murni.

“Sekarang kan KBH2 (LCGC) konsumsi materi bakarnya minimal 20 km/liter. Untuk dapat meningkat jadi 30 km/liter perlu teknologi hybrid. Ada motor listriknya ada baterainya. Itu yang jadi masuk ke LCEV bila memang sudah masuk ke electified vehicle,” kata Putu di jadwal focus group discussion “Senjakala Industri Komponen Otomotif dalam Menghadapi Era Mobil Listrik di Indonesia” di Jakarta, kemarin.

Ada tiga kategori LCEV. Kategori pertama yakni LCEV berbasis mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE). LCEV berbasis ICE itu yakni kendaraan bermotor irit energi dan harga terjangkau (KBH2) atau sering dikenal dengan istilah Low Cost and Green Car (LCGC).

Mobil-mobil LCGCMobil-mobil LCGC Foto: detikOto

Sementara LCEV kategori 2 merupakan kendaraan rendah emisi karbon berteknologi hybrid elektrik. Ini yang ketika ini sedang disiapkan di Indonesia. Kendaraan LCEV kategori 2 termasuk kendaraan beroda empat hybrid dan plug-in hybrid.

Mobil Prius plug-in hybridMobil Prius plug-in hybrid Foto: Ruly Kurniawan

Dan LCEV kategori 3 benar-benar kendaraan yang nol karbon. Itu yakni kendaraan beroda empat listrik sepenuhnya yang hanya mengandalkan baterai (tanpa mesin bakar) atau kendaraan sel materi bakar (bertenaga hidrogen).

Mobil listrik Mitsubishi i-MiEVMobil listrik Mitsubishi i-MiEV Foto: Grandyos Zafna

Program LCEV memiliki tujuan tersendiri. Yang pertama, jadwal kendaraan ramah lingkungan itu mendukung pemerintah dalam mengurangi gas rumah beling sesuai janji Paris COP-21 dengan menurunkan emisi sebesar 29 persen pada 2030.

Tujuan kedua yakni untuk menjamin keberlanjutan investasi industri otomotif nasional yang menyerap tenaga kerja yang banyak. Program LCEV juga disebut sebagai wujud konsistensi kebijakan industri dan kepastian berusaha di Indonesia. Program ini diadaptasi dengan kesiapan pemerintah dalam penyediaan infrastruktur kendaraan listrik.

Bagikan
Artikel Menarik Lainnya
Promo Awal Tahun 2019

Promo Awal Tahun 2019

Dipublish pada 23 January 2019 | Dilihat sebanyak 1.419 kali | Kategori: Info & Promo

XPANDER  Dapatkaan Bonus Super Lengkap FREE Sarung Jok FREE Talang Air FREE Karpet Dasar Peredam FREE Sensor parkir FREE Tatakan Plat Mitsubishi FREE Body Cover Xpander FREE SAMSUNG TAB FREE Kaca Film Konica Minolta 20%+60% FREE Asuransi kecelakaan diri selama... selengkapnya

Tembus Rp 595 Juta, Kia Pede Sedona Dapat Tantang Innova Cs

Tembus Rp 595 Juta, Kia Pede Sedona Dapat Tantang Innova Cs

Dipublish pada 19 July 2018 | Dilihat sebanyak 817 kali | Kategori: Info & Promo

Grand Sedona Diesel. Foto: Dina Rayanti Jakarta – Kia gres saja merilis MPV Grand Sedona versi diesel. Mobil ini digadang-gadang siap menantang para kompetitor yang sudah terlebih dahulu meluncurkan kendaraan beroda empat di segmen yang hampir sama. Sebut saja menyerupai... selengkapnya

Bingung Pilih Lampu Led, Ini Panduannya

Bingung Pilih Lampu Led, Ini Panduannya

Dipublish pada 7 August 2018 | Dilihat sebanyak 1.210 kali | Kategori: Info & Promo

Lampu LED Autovision Foto: M luthfi Andika Tangerang – Buat Otolovers yang resah menentukan lampu LED, ada cara mudahnya Otolovers. Yakni perhatikan panas yang dikeluarkan oleh lampu LED tersebut. Seperti yang disampaikan Direktur CV Sampurna Part Niaga (SPN) APM dari... selengkapnya

Jejak Pengunjung

37318
Visit Today : 90
Visit Yesterday : 124
This Month : 1542
This Year : 18273
Who's Online : 3

Pembiayaan

- Dipo Star Finance
- Mandiri Utama Finance
- Mandiri Tunas Finance
- BCA Finance
- Infi Finance
- Oto Finance
- Niaga Finance
Chat WhatsApp
Telp Sekarang Juga